Featured

 
 

Kenal Komputer karena Madame Syuga*

Seingat saya, perkenalan dengan benda elektronik yang bernama komputer terjadi saat saya duduk di bangku kelas satu sekolah menengah pertama, pertengahan tahun 1980-an. Saat itu, seorang kawan yang orangtuanya bekerja disebuah perusahaan telekomunikasi nasional, mengajak saya bermain salah satu computer game yang saat itu sedang trend, Pac-Man. Ketika sampai di rumah kawan, ternyata permainan tersebut tidak seperti yang saya bayangkan, tidak membuat saya terkesima dan kesannya biasa saja, standard. Waktu itu, saya malah merasa sedikit ribet bermain dengan versi  komputer lantaran tidak terbiasa dengan fitur keyboard, mengingat saya dan Pac-Man telah lebih dahulu berkenalan dengan versi game console merk Atari.

Read more

Ketika Akademisi Dipolitisasi

Tulisan ini merupakan tanggapan atas opini Aspianoor Masrie yang berjudul “Ketika Terorisme Dipolitisasi” pada Harian Tribun Timur, Edisi Cetak, Senin, 19 November 2012. Artikel Pak Aspiannoor Masrie tentang politisasi kasus terorisme yang terkait dengan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulawesi Selatan (Sulsel) pada harian Tribun Timur versi cetak tanggal 19 November 2012, saya kira patut mendapatkan apresiasi dan juga respon yang positif dari seluruh masyarakat Sulawesi Selatan. Secara umum pokok pikiran dalam artikel tersebut mencakup beberapa argumentasi tentang: Pertama, kegelisahan beliau atas situasi pasca peristiwa pelemparan bom kearah Gubernur Sahrul Yasin Limpo (SYL) yang menurut beliau tidak jelas karena minimnya klarifikasi dari

Read more

Krisis Developmentalisme dan Transformasi Neoliberal di Asia Timur

Asia Timur dikenal sebagai satu-satunya kawasan yang pernah memiliki tingkat laju pertumbuhan ekonomi yang paling fantastis di dunia. Pasca Perang Dunia (PD) II hingga sesaat sebelum Krisis 1997-98, Asia Timur dikenal sebagai sekelompok negara yang menitikberatkan kemajuannya pada sektor industrialisasi, dan oleh Chalmers Johnson, kawasan tersebut disebut sebagai developmental state.[1] Menyitir Johnson,  Meredith Woo-Cumings mengatakan bahwa developmental state adalah sebuah jaringan politik, birokrasi dan modal, yang berjalin-kelindan dan mempengaruhi struktur kehidupan ekonomi dalam masyarakat kapitalis di Asia Timur. Developmental state di Asia Timur terbentuk sebagai respon ideosinkretik kawasan tersebut atas kondisi dunia yang didominasi oleh Barat, dengan jalan melakukan berbagai

Read more

Mempersoalkan Perkembangan Ilmu Sosial Indonesia

(Tanggapan atas opini Sdr.Syarifuddin Jurdi, Dekonstruksi Ilmu Sosial Indonesia, Tribun Timur 26 Januari 2012) Artikel Sdr. Syarifuddin Jurdi tentang kemunduran ilmu sosial di Indonesia pada harian Tribun Timur tanggal 26 Januari 2012, patut mendapatkan apresiasi dan juga respon yang positif dari seluruh stakeholder ilmu sosial di Indonesia. Secara garis besar, pokok pikiran dalam artikel tersebut mencakup beberapa argumentasi tentang,  Pertama, lambatnya perkembangan ilmu sosial di Indonesia bila dibandingkan dengan beberapa negara berkembang yang lain. Kedua, tingginya tingkat ketergantungan akademisi dan peneliti ilmu sosial Indonesia terhadap asupan teoritis dari Barat, yang mana ketika perkembangan ilmu sosial di Barat melemah, maka proyek

Read more

Wirawan Tjahjadi: A man with brewing ideas

Despite the success of his family’s coffee business, Wirawan Tjahjadi hasn’t stopped to relax, but works hard developing not only his business, but also the local coffee industry. Wirawan’s father handed him the reins of the Putra Bhineka Perkasa Company in Denpasar in 1993. “Basically I have to be able to promote the business, both in terms of product taste and distribution. It’s true that this isn’t easy,” said Wirawan, generally called Wewe. He took his responsibility seriously, setting out to learn everything about coffee, from the ecosystems in which it grows, to planting and harvesting, through to the final

Read more

Willard (Dub) Hay: Sourcing coffee from tree to cup.

If you look into the past, you will find that the Muslim world  not only brought Greek philosophy to the Western world, it also brought coffee. Perhaps the most exotic of all beverages, coffee was used in religious ceremonies in ancient Africa before it was later banned by a Christian church that regarded it as “a Muslim drink”. Coffee was also banned by the Ottoman empire in the 17th century, as it was associated with defiant political activities in Europe. The word “coffee” is derived from the Italian word caf*, which in turn comes from the Turkish word kahveh. It

Read more

Is it true love, or are you just drinking coffee? (Part 2, End.)

Assalamualaikum, Hi! Ketemu lagi kawan-kawan. Dihari yang berbahagia ini, ijinkan saya terlebih dahulu mengucapkan: Selamat Merayakan Idul Fitri 1432H, Mohon Maaf Lahir dan Bathin. Semoga kita semua  termasuk dalam golongan orang-orang yang memenangkan pertarungan dengan dirinya sendiri. Amin. By the way, setelah bercerita soal kopi, selera, dan jenis-jenis kopi pada bagian pertama, pada edisi kali ini saya akan berbagi tentang berbagai original recipes dari Starbucks™ (fine selected) yang kawan-kawan bisa modifikasi sendiri bahannya, jika ada beberapa yang tidak ada, atau terlalu mahal dipasaran, atau bahan yang dilarang menurut keyakinan kawan-kawan. Tetapi sebelumnya, perlu saya informasikan bahwa meskipun sumber resep Starbucks™

Read more

Is it true love, or are you just drinking coffee? (Part 1)

Kultur café (selanjutnya disebut Warkop; Warung Kopi) telah menjadi sebuah bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia modern saat ini. Berbagai kota dihampir seluruh wilayah Indonesia termasuk daerah-daerah sub-urban seperti ibukota kecamatan telah penuh dijejali oleh Warkop yang kebanyakan berada disetiap sudut dan persimpangan jalan, dan juga didalam warkop-warkop waralaba asing yang banyak menghiasi Mal dan pusat belanja ternama dibanyak kota di Indonesia.. Yup! Otomatis, kopi yang merupakan komoditas utama dari warkop-warkop tersebut juga ikut menjadi sebuah gourmet product dan bahkan menjadi sebuah fashion statement – melenakan. Berhadapan dengan sesuatu yang melenakan, penikmat kopi yang kritis (kritisisme atau sikap kritis sering

Read more

Bonjour le monde! Bienvenue au Café Procopio!

Bonjour le monde! Bienvenue au Café Procopio! Alhamdulillah. Syukur yang sebesar-besarnya kepada Allah SWT, Sang Maha Pencipta karena akhirnya tempat virtual ini bisa juga diwujudkan, mengingat kesibukan yang tak kunjung usai menyita waktu dan perhatian beberapa bulan belakangan ini. Nama Café Procopio dipilih karena beberapa hal. Pertama, adalah karena obsesi pribadi yang tak berkesudahan untuk membuat sebuah warung kopi; salah satu tempat dimana dinamika pikir, kehendak, tindakan dan keindahan melebur dalam sebuah ruang dan waktu yang sama. Namun, sangat disayangkan, secara fisik dan finansial, tempat itu belum bisa diwujudkan hingga saat ini. Kedua, karena nama ini inspiratif. Inspirasi nama ini

Read more