Membaca karya Imam Mujahidin Fahmid, seorang akademisi, yang juga ‘pekerja lapangan’ (karena pengalaman suksesnya di berbagai bidang), terasa bagaikan membaca sebuah karya yang kompleks, rumit, dan agak sukar dicerna oleh orang biasa. Hal ini terjadi, mungkin karena terlihat saling tumpuknya pengalaman akademik dan berbagai latar belakang lapangan Imam, sehingga membaca jalan pikirannya saja (atau karena karya ini sejatinya adalah disertasi doktoralnya), kita yang orang biasa saja ini, mengalami kerepotan yang luar biasa. Akan tetapi demi munculnya beragam makna dan interpretasi atas karya beliau, maka saya mencoba menyederhanakannya dengan cara membacanya sebagai berikut dibawah ini.
Membincang Ulang Desentralisasi di Indonesia
Dalam banyak literatur pembangunan global, desentralisasi adalah istilah yang tidak pernah ajeg. Banyak yang mengira, bahwa desentralisasi adalah upaya untuk memecah batu sentralisasi dalam banyak hal. Ada juga yang mengira bahwa desentralisasi itu semacam upaya untuk berdiri sendiri dan sama sekali tidak terikat dengan entitas sebelumnya. Beberapa pandangan tersebut tidak salah, namun juga kurang tepat … Read more