Is it true love, or are you just drinking coffee? (Part 2, End.)

Assalamualaikum, Hi! Ketemu lagi kawan-kawan.

Dihari yang berbahagia ini, ijinkan saya terlebih dahulu mengucapkan: Selamat Merayakan Idul Fitri 1432H, Mohon Maaf Lahir dan Bathin. Semoga kita semua  termasuk dalam golongan orang-orang yang memenangkan pertarungan dengan dirinya sendiri. Amin.

By the way, setelah bercerita soal kopi, selera, dan jenis-jenis kopi pada bagian pertama, pada edisi kali ini saya akan berbagi tentang berbagai original recipes dari Starbucks™ (fine selected) yang kawan-kawan bisa modifikasi sendiri bahannya, jika ada beberapa yang tidak ada, atau terlalu mahal dipasaran, atau bahan yang dilarang menurut keyakinan kawan-kawan.

Tetapi sebelumnya, perlu saya informasikan bahwa meskipun sumber resep Starbucks™ ini didapatkan dari sumber yang legal, library.nu, namun menurut saya, cara orang yang mengunggahnya ke library.nu tentu tidaklah legal. Karena resep-resep seperti ini sebenarnya masuk kategori A1 sama dengan resepnya Kolonel Sanders atau informasi kawat-kawat diplomatik yang dibocorkan oleh Wikileaks. Olehnya itu, saya berharap kepada kawan-kawan agar janganlah anti, berdebat, apalagi berwacana tentang hal-hal normatif yang terkait dengan resep kopi Starbucks™ ini.

Read more

Is it true love, or are you just drinking coffee? (Part 1)

Kultur café (selanjutnya disebut Warkop; Warung Kopi) telah menjadi sebuah bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia modern saat ini. Berbagai kota dihampir seluruh wilayah Indonesia termasuk daerah-daerah sub-urban seperti ibukota kecamatan telah penuh dijejali oleh Warkop yang kebanyakan berada disetiap sudut dan persimpangan jalan, dan juga didalam warkop-warkop waralaba asing yang banyak menghiasi Mal dan pusat belanja ternama dibanyak kota di Indonesia..

Yup! Otomatis, kopi yang merupakan komoditas utama dari warkop-warkop tersebut juga ikut menjadi sebuah gourmet product dan bahkan menjadi sebuah fashion statement – melenakan. Berhadapan dengan sesuatu yang melenakan, penikmat kopi yang kritis (kritisisme atau sikap kritis sering juga juga dianggap sebagai sebuah identitas masyarakat modern) saat ini pasti bertanya-tanya, tentang asal-muasal dari kopi yang mereka minum, dari racikan biji kopi jenis apa saja yang digunakan, bagaimana racikan itu dicampur, dan bagaimana biji-biji kopi itu diolah. Mengapa mereka bertanya? Karena bagaimanapun juga, kita masih sering melihat banyak orang yang telah membelanjakan begitu banyak uangnya untuk sebuah racikan yang berkualitas rendah dengan campuran biji-biji kopi yang juga berkualitas low-grade.

Read more

Bonjour le monde! Bienvenue au Café Procopio!

Suasana Debat Café di Paris Abad 16

Bonjour le monde! Bienvenue au Café Procopio!

Alhamdulillah. Syukur yang sebesar-besarnya kepada Allah SWT, Sang Maha Pencipta karena akhirnya tempat virtual ini bisa juga diwujudkan, mengingat kesibukan yang tak kunjung usai menyita waktu dan perhatian beberapa bulan belakangan ini.

Nama Café Procopio dipilih karena beberapa hal. Pertama, adalah karena obsesi pribadi yang tak berkesudahan untuk membuat sebuah warung kopi; salah satu tempat dimana dinamika pikir, kehendak, tindakan dan keindahan melebur dalam sebuah ruang dan waktu yang sama. Namun, sangat disayangkan, secara fisik dan finansial, tempat itu belum bisa diwujudkan hingga saat ini. Kedua, karena nama ini inspiratif. Inspirasi nama ini muncul ketika kurang lebih setahun yang lalu saya membaca buku karya David Brooks yang terbit pertama kali tahun 2000 dan terus di cetak hingga tahun 2004 yang berjudul Bobos in Paradise: The New Upper Class and How They Got There.

Read more