Is it true love, or are you just drinking coffee? (Part 1)

Kultur café (selanjutnya disebut Warkop; Warung Kopi) telah menjadi sebuah bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia modern saat ini. Berbagai kota dihampir seluruh wilayah Indonesia termasuk daerah-daerah sub-urban seperti ibukota kecamatan telah penuh dijejali oleh Warkop yang kebanyakan berada disetiap sudut dan persimpangan jalan, dan juga didalam warkop-warkop waralaba asing yang banyak menghiasi Mal dan pusat belanja ternama dibanyak kota di Indonesia..

Yup! Otomatis, kopi yang merupakan komoditas utama dari warkop-warkop tersebut juga ikut menjadi sebuah gourmet product dan bahkan menjadi sebuah fashion statement – melenakan. Berhadapan dengan sesuatu yang melenakan, penikmat kopi yang kritis (kritisisme atau sikap kritis sering juga juga dianggap sebagai sebuah identitas masyarakat modern) saat ini pasti bertanya-tanya, tentang asal-muasal dari kopi yang mereka minum, dari racikan biji kopi jenis apa saja yang digunakan, bagaimana racikan itu dicampur, dan bagaimana biji-biji kopi itu diolah. Mengapa mereka bertanya? Karena bagaimanapun juga, kita masih sering melihat banyak orang yang telah membelanjakan begitu banyak uangnya untuk sebuah racikan yang berkualitas rendah dengan campuran biji-biji kopi yang juga berkualitas low-grade.

Read more