Seingat saya, perkenalan dengan benda elektronik yang bernama komputer terjadi saat saya duduk di bangku kelas satu sekolah menengah pertama, pertengahan tahun 1980-an. Saat itu, seorang kawan yang orangtuanya bekerja disebuah perusahaan telekomunikasi nasional, mengajak saya bermain salah satu computer game yang saat itu sedang trend, Pac-Man.
Ketika sampai di rumah kawan, ternyata permainan tersebut tidak seperti yang saya bayangkan, tidak membuat saya terkesima dan kesannya biasa saja, standard. Waktu itu, saya malah merasa sedikit ribet bermain dengan versiĀ komputer lantaran tidak terbiasa dengan fitur keyboard, mengingat saya dan Pac-Man telah lebih dahulu berkenalan dengan versi game console merk Atari. Singkatnya, menurut saya saat itu, komputer tidak semenarik konsol game Atari saya, Nintendo, atau perangkat permainan elektronik yang lain.