Ketika Akademisi Dipolitisasi

Tulisan ini merupakan tanggapan atas opini Aspianoor Masrie yang berjudul “Ketika Terorisme Dipolitisasi” pada Harian Tribun Timur, Edisi Cetak, Senin, 19 November 2012.

Bom 2Artikel Pak Aspiannoor Masrie tentang politisasi kasus terorisme yang terkait dengan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulawesi Selatan (Sulsel) pada harian Tribun Timur versi cetak tanggal 19 November 2012, saya kira patut mendapatkan apresiasi dan juga respon yang positif dari seluruh masyarakat Sulawesi Selatan. Secara umum pokok pikiran dalam artikel tersebut mencakup beberapa argumentasi tentang: Pertama, kegelisahan beliau atas situasi pasca peristiwa pelemparan bom kearah Gubernur Sahrul Yasin Limpo (SYL) yang menurut beliau tidak jelas karena minimnya klarifikasi dari pihak-pihak yang memiliki otoritas atas kasus tersebut, sehingga hal tersebut dapat mempengaruhi opini publik terhadap kasus dimaksud. Kedua, kegelisahan atas bangun logika tentang terorisme di Indonesia yang menurut beliau tidak seperti biasanya, dimana beliau mempertanyakan kecenderungan perubahan isu, ideologi dan metodologi dari aksi teror yang terkait dengan peristiwa yang beliau beri nama Black Sunday tersebut. Ketiga, tudingan tegas beliau terhadap Tim Sukses (Timses) Sahrul Yasin Limpo-Agus Arifn Nu’mang (Sayang) yang beliau yakini melakukan rekayasa politik berbasis pencitraan yang bermuara pada pembentukan opini kepada publik bahwa SYL terzalimi.

Read more